Selamat Datang Di Blog Bisnis Online Terpercaya www.maslukis.com


Selasa, 20 September 2016

Efek negatif membentak anak


"Ya Tuhan, mohon maaf atas kelemahanku yang kurang sabar mendidik amanahMu, juga kepada Putriku yang sangat Abi sayangi. Abi sadar seringkali Abi membentak, menghardik kalian karena kelemahan diri Abi mu dalam mengontrol emosi dan kurang bisa menyayangi kalian. Tetapi ketahuilah bahwa Abi sangat mencintai mu melebihi rasa cinta Abi pada diri Abi sendiri. Saat dirimu sakit, Abi khawatir dan mohon kepada Tuhan agar memindahkan rasa sakitmu kepada Abi, mohon jangan biarkan putriku menderita dan biarlah beban sakit Abi tanggung saja. Semoga Abi dan Umi bisa mengontrol emosi, mendidik kalian dengan sabar dan penuh kelembutan, karena kita punya Tuhan yang maha lembut, maha bijaksana dan maha menyayangi. Bismillahirrahmanirrahim, atas nama Mu ya Allah, Ridloilah hamba menjadi Ayah yang baik yang mencintai keluarga dan imam bagi semuanya."

Itulah sebait doa dan permohonan maaf ku, karena seringkali jika anak kurang sreg dihati, ku marahi dan bahkan membentaknya. Astaghfirullah... Saya coba merenung dan instrospeksi diri dan mencoba mencari literatur2 tentang pendidikan anak.

Dari beberapa literatur, membentak, pada anak akan sangat ber
efek pada psikologisnya, dia akan merasa tertekan dan akan memendam rasa tertekannya itu. Membentak bisa berpengaruh buruk pada anak-anak, karena bisa membuat renggang ikatan batin dengan anak, selain itu bentakan tidak mengajarkan apa-apa untuk perkembangan si kecil. Saat usia anak masih di bawah 10 tahun, mereka tidak akan melawan atau balas membentak. Tetapi karena sikap pasif mereka itu, Anda jadi tidak bisa mengukur seberapa besar dampak psikologis yang ditimbulkan karena membentak. Anak cenderung untuk meniru perilaku orangtuanya. Seorang anak yang selalu dibentak, diomeli, atau dimarahi, akan tumbuh dengan keyakinan bahwa dia sah-sah saja berkomunikasi dengan menggunakan bentakan, omelan, atau kemarahan.

Beberapa dampak akibat "salah asuh" dengan MEMBENTAK ini adalah:

1. Anak saat dewasa menjadi minder & takut mencoba hal baru. Jiwanya selalu merasa bersalah sehingga hidupnya penuh keragu
an dan tidak percaya diri.

2. Anak akan memiliki sifat pemarah, egois, judes karena dia dibentuk dengan kemarahan oleh orang tuanya. Jika ada hal yang tidak berkenan dihatinya karena sikap kawannya, dia cenderung agresif dan memarahi rekannya. Padahal masalahnya hanya sepele.

3. Anak akan memilki sifat menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat atau perintah orang tuanya.


4. Anak akan memiliki pribadi yang tertutup dan suka menyimpan unek-unek nya, takut mengutarakan, karena takut dipersalahkan.


5. Anak menjadi apatis, sering tidak peduli pada suatu hal.


Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak jutaan sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya.
Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otaknya. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Tidak hanya itu, marah juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya.

Kelekatan hubungan anak dan orang tua sangat berpengaruh bagi perkembangan otak dan psycologisnya, tdk usah khawatir anak jadi cengeng dan manja. So.. Semoga saya tidak membentak lagi terutama pada umur 1-6 tahun si anak karena ini adalah "the golden age" yang dapat merusak kecerdasan emosionalnya. Bismillah....


Baca Juga:

Comments
0 Comments
 
Copyright © 2018. Info Hari Ini . All Rights Reserved
Jl. Delta Raya Utara Kav. 49 - 51 Deltasari Baru, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia 61256
PT. Bimasakti Multi Sinergi