Selamat Datang Di Blog Bisnis Online Terpercaya www.maslukis.com


Selasa, 20 September 2016

Khusus Para Istri ,!! Jangan Pernah Bentak Suami, Inilah Hukum Membentak Suami Menurut Islam .??.gak baca rugi bangettt

Dalam kehidupan Rumah Tangga terjadi sedikit perbedaan pendapat pada suami istri yaitu hal yang wajar. dengan kondisi seperti apapun seseorang istri harus memelankan suaranyaketika bicara dengan suaminya walaupun dia mengganggap pendapatnya benar. Seseorang suami yaitu orang yang paling harus ditaati dan dihormati oleh istri. Sebagaimana kita ketahui kalau Rasulullah dalam beberapa haditsnya menunjukkan betapa tinggi kedudukan suami untuk istrinya :

“Seandai saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seseorang istri utk sujud pada suaminya. ” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)

“Tidaklah pantas untuk seorang manusia untuk sujud pada manusia yang lain. Kalau pantas/bisa untuk seseorang untuk sujud pada seorang yang lain pasti saya perintahkan istri untuk sujud pada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya…” (HR. Ahmad)

“Dan sebaik-baik istri yaitu yang patuh pada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tidak suka membicarakan suatu hal yg tidak berguna, tidak cerewet dan tidak suka bersuara hingar-bingar dan setia pada suaminya. ” (HR. An Nasa'i)

Bila suami berbuat salah atau salah, Jadi telah harusnya untuk sang istri untuk mengingatkan suami dengan baik, dengan suara lemah lembut, tidak membentak (bertemura keras), dan tidak juga menyinggung perasaannya.

Sikap kasar istri pada suami –dan sebaliknya– mengisyaratkan kurangnya ilmu dan keburukan akhlak. Rasulullah SAW bersabda :

“Sebaik-baiknya wanita — untuk suami — adalah yang menyenangkan saat dilihat, taat saat diperintah, dan tidak menentang suaminya baik dalam hatinya dan tidak membelanjakan (memakai) hartanya pada perkara yang dibenci suaminya” (H. R. Ahmad)

Seperti anak dapat dikira durhaka pada orangtua, jadi istri juga bisa dikatakan durhaka pada suami saat berani membentaknya. Wallahu A'lam.


Bidadari Marah pada Istri yang Memarahi Suaminya

Bila seseorang suami dibentak atau di dzalimi oleh istrinya, jadi beberapa bidadari di surga akan marah pada istri yang memarahi suaminya.

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

 لاَ تُؤ�'ذِي ام�'رَأَةٌ زَو�'جَهَا فِي الدُّن�'يَا إِلاَّ قَالَت�' زَو�'جَتُهُ مِنَ ال�'حُو�'رِ ال�'عِي�'نِ : لاَ تُؤ�'ذِي�'هِ, قَاتَلَكِ اللهُ, فَإِنَّمَا هُوَ عِن�'دَكَ دَخِي�'لٌ يُو�'شِكُ أَن�' يُفَارِقَكِ إِلَي�'نَا

“Tidaklah seseorang istri menyakiti suaminya didunia, tetapi istrinya dari kelompok bidadari bakal berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanya tamu di sisimu ; hampir saja ia bakal meninggalkanmu menuju pada kami” (HR. At-Tirmidzi)

Ini semestinya jadi pelajaran untuk para istri tidak untuk mendzalimi suaminya. Saingannya berat, saingannya bukanlah lagi madumu atau yang lain. tetapi sainganmu yaitu bidadari yang Allah subhaanahu wa ta'ala mensifatkannya di dalam Al qur'an. Di antara sifatnya yaitu :

إِنَّ لِل�'مُتَّقِينَ مَفَازًا حَدَائِقَ وَأَع�'نَابًا وَكَوَاعِبَ

أَت�'رَابًا
 " Sebenarnya orang-orang yang bertaqwa memperoleh kemenangan, (yakni) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya. " (QS an-Naba' : 31-33)

كَذَلِكَ وَزَوَّج�'نَاهُم�' بِحُورٍ عِينٍ

 " Sekianlah, serta Kami berikanlah pada mereka bidadari. " (QS. Ad-Dhukhan : 54)

مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَص�'فُوفَةٍ وَزَوَّج�'نَاهُم�' بِحُورٍ عِينٍ

 " Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata cermat. " (QS. At-Thur : 20)

حُورٌ مَق�'صُورَاتٌ فِي ال�'خِيَامِ

 " (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. " (QS. Ar-Rahman : 72)

فِيهِنَّ خَي�'رَاتٌ حِسَانٌ

 " Didalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. " (QS. Ar-Rahman : 70)

إِنَّا أَن�'شَأ�'نَاهُنَّ إِن�'شَاءً فَجَعَل�'نَاهُنَّ أَب�'كَارًا عُرُبًا أَت�'رَابًا

 " Sebenarnya kami membuat mereka (bidadari-bidadari) dengan segera. 1 Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya. " (QS. Al-Waqi'ah : 35-37)

Hadits Abdullah ibnu Mas’ud Radiyallahu 'anhu :

 أَوَّلُ زُم�'رَةٍ يَد�'خُلُونَ ال�'جَنَّةَ كَأَنَّ وُجُوهَهُم�' ضَو�'ءُ ال�'قَمَرِ لَي�'لَةَ ال�'بَد�'رِ، وَال�'زُّم�'رَةُ الثَّانِيَةُ عَلَى لَو�'نِ أَح�'سَنِ كَو�'كَبٍ دُريَ فِي السَّمَاءِ، لِكُل رَجُلٍ مِن�'هُم�' زَو�'جَتَانِ مِنَ ال�'حُورِ ال�'عِينِ، عَلَى كُل زَو�'جَةٍ سَب�'عُونَ حُلَّةً، يُرَىٰ مُخُّ سُوقِهِمَا مِن�' وَرَاءِ لُحُومِهِمَا وَحُلَلِهِمَا، كَمَا يُرَىٰ الشَّرَابُ الأَح�'مَرُ فِي الزُّجَاجَةِ ال�'بَي�'ضَاءِ

“Kelompok pertama kali yang masuk surga, seolah wajah mereka cahaya rembulan di malam purnama. Grup ke-2 seperti bintang kejora yang terbaik di langit. Untuk setiap orang dari ahli surga itu dua bidadari surga. Pada setiap bidadari ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya bisa terlihat dari balik daging dan perhiasannya, seperti minuman merah bisa dilihat di gelas putih. ” (HR. Thabrani dengan sanad shahih)

Nah para istri, jangan mendzalimi terlebih membentak suami kalian lagi. sainganmu bidadari loh!

Solusi Bila Memang Ingin Marah Pada Suami

Bila kemarahan melanda dan sudah tidak tertahankan, pastinya tak disarankan untuk mengekspresikan dengan cara meledak-ledak di depan pasangan. Apalagi dengan cara membentak. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan bila sedang ingin marah pada suami.

Hal yang pertama dikerjakan yaitu katakan istighfar. Mohon ampunlah pada Allah. Istighfar akan memperingan hati kita.

Selanjutnya, klarifikasi secara detail duduk permasalahan. jangan mengikuti nafsu karena emosi akan semakin meluap-luap. Namun sebisa mungkin, tahanlah dahulu emosi.

Karena bicara dalam kondisi emosi cuma akan memperburuk kondisi, karena terkadang kita ingin menumpahkan kekesalan, bahkan kekesalan yang sudah lalu.

Bila di rasa sudah dapat mengendalikan diri, Ambil air wudhu lalu kerjakan shalat dan berdoalah. Adukan semua masalah pada Allah. Semuanya kekesalan, kecewa, adukan saja. Dan tidak lupa, mintalah padaNya untuk diberikan jalan keluar. 

Bila diri sudah tenang, mulailah berbicara dengan suami. Ingat, yang akan dibicarakan yaitu dalam rangka mencari jalan keluar, bukanlah untuk menambahkan kericuhan. Tidak lupa, ada unsur sama-sama menasehati dalam rumah tangga. Berikan nasihat pada pasangan atas kesalahan yang dilakukan.

Semoga beberapa hal tersebut bisa semakin mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah dalam rumah tangga kita. Aamiin


Baca Juga:

Comments
0 Comments
 
Copyright © 2018. Info Hari Ini . All Rights Reserved
Jl. Delta Raya Utara Kav. 49 - 51 Deltasari Baru, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia 61256
PT. Bimasakti Multi Sinergi