Selamat Datang Di Blog Bisnis Online Terpercaya www.maslukis.com


Selasa, 08 November 2016

Wanita Haid, Bisa Bercumbu?


Banyak sekali mitos seputar "tamu bulanan" wanita atau haid beredar di masyarakat. Bahkan beberapa mitos terkesan ,malah mengekang wanita untuk menjalankan ibadahnya.

Banyak sekali pantangan rohani dan jasmani yang tidak boleh dilakukan. Salah satunya bermesraan dengan suaminya. Ini sering sekali memicu wanita menjadi lebih emosional. Lalu apa saja sebenarnya batasan yang boleh dalam islam?.

Islampos menyebutkan,  bahwa ketika berada di masa haid dan nifas, kedekatan dengan Allah SWT berkurang. Mengapa? Sebab, kita menganggap adanya larangan yang tidak membolehkan seorang perempuan haid dan nifas shalat dan mengaji, misalnya, membuat kesempatan untuk dekat dengan Allah menjadi terhambat. Benarkah pemikiran demikian itu?

Ketahuilah, wahai perempuan muslimah, Allah SWT mengatur dengan baik aturan-aturan yang dibuat-Nya. Aturan tersebut tidak akan merugikan diri kita. Cobalah lihat sisi lain dari aturan tersebut. Ada aturan yang membolehkan bagi perempuan untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya akan selalu mendekatkan kita kepada-Nya. Apa sajakah itu?

Hal-hal berikut boleh dikerjakan perempuan haid dan nifas.
1. Berhubungan selain di vaginanya, karena Rasulullah SAW bersabda, “Kerjakan apa saja oleh kalian kecuali berhubungan badan dengan suami.”

2. Dzikir kepada Allah Ta’ala, sebab tidak ada larangan dari Allah Ta’ala, dan Rasulullah SAW.

3. Ihram, wukuf di Arafah dan seluruh ibadah haji dan umrah kecuali Thawaf di Baitullah, maka tidak halal bagi perempuan haid dan nifas kecuali setelah suci dan mandi. Sebab, Rasulullah SAW bersabda, “Kerjakan apa yang dikerjakan orang yang berhaji, namun engkau jangan thawaf di Baitullah hingga engkau suci,” (Muttafaq alaih).

4. Makan, minum bersama perempuan haid dan nifas, karena dalil-dalil berikut:

a. Ucapan Aisyah RA, “Ketika aku haid, aku minum kemudian aku memberikan gelas kepada Rasulullah SAW kemudian beliau meletakkan mulutnya di mulut gelas tersebut dan minum daripadanya,” (Diriwayatkan Muslim).

b. Ucapan Abdullah bin Mas’ud RA, “Aku pernah bertanya kepada Rasullah SAW tentang makan bersama perempuan haid, kemudian beliau bersabda, ‘Makanlah bersamanya’,” (Diriwayatkan Ahmad dan At-Tirmidzi. Hadis ini hadis hasan). 


Baca Juga:

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2018. Info Hari Ini . All Rights Reserved
Jl. Delta Raya Utara Kav. 49 - 51 Deltasari Baru, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia 61256
PT. Bimasakti Multi Sinergi