Selamat Datang Di Blog Bisnis Online Terpercaya www.maslukis.com


Selasa, 17 Januari 2017

Negeri Pengingkar Janji

Demi satu tujuan, demi satu keluarga, demi satu nusa dan bangsa, dulu mereka berjuang dengan tumpah darah satu tak ada dusta dan ingkar dengan satu tujuan kelak hari nanti agar negeri ini menjadi sebuah negeri yang merdeka. Bukan sekedar merdeka terbebas dari para penjajah saja namun juga merdeka atas nama kesejahteraan rakyat dalam negeri ini. Perjuangan mereka tak sia-sia pastinya, kemerdekaan mereka dapatkan dengan mengorbankan jiwa, harta, keluarga bahkan nyawa mereka.

Mereka tak pernah menampakan diri, mereka tak pernah minta untuk diingat dan mereka itu tak pernah meminta untuk dibalas atas jasa yang mereka yang telah mereka korban. Mereka melakukanya dengan jani kepada diri sendiri, tuhan, rakyat agar bumi pertiwi ini segera lepas dari para penjajah dan rakyat bisa menikmati bahagia dalam negeri ini. Namun mereka yang seperti itu telah tiada, mereka telah pergi tak akan pernah kembali. Kadang jasa mereka diingat, kadang juga tidak dalam negeri ini.

sungguh rindu sosok mereka yang memang berjuang bukan atas nama pribadi, bukan sekedar berjuang hanya demi kesenangan pribadi dan mereka tak berjuang atas nama golongan namun mereka berjuang atas nama pancasila seluruh alam Indonesia ini. Kemerdekaan memang merdeka, merdeka memang telah merdeka, namun apakah hanya sekedar nama lalu bebas dari para penjajah saja yang disebut merdeka.

Lihat dalam negeri ini, mereka tak pernah melihat kebawah, mereka tak pernah memikirkan rakyat mereka yang masih banyak jika malam mereka tak bisa tidur dengan nyenyak, mereka kelaparan, mereka terdiam tak berarti hanya menanti ajal tak terurus. Kemerdekaan bukan berarti hanya sebuah sebutan saja, namun keinginan dan cita-cita para pejuang dulu jika merdeka yang sesungguhnya adalah merdeka dari segala kesengsaraan dalam negeri ini.

rakyat hidup dengan damai, rakyat hidup dengan tenang, rakyat hidup dengan kesejateraan dengan anugerah alam yang melimpah ini. Namun semua itu hingga saat ini masih jauh dari kata merdeka yang sebenarnya. Negeri kita telah dilanda para pengingkar janji saja. Mereka seakan berjuang demi sebuah misi memerdekaan rakyat dalam sebuah slogan namun suatu ketika mereka telah merdeka menjadi seorang yang berdiri disana maka mereka menghapus slogan mereka dengan perlahan lalu menghilang seiring waktu.

Memang sich tak ada manusia yang sempurna berharapa seorang pemimpin yang berhati malaikat karena manusia itu penuh dengan kesalahan, keingkaran, lupa bahkan melupakan. Namun tuhan tak pernah mencptakan manusia yang lupa akan janjinya, tuhan tak pernah menciptakan lupa dengan dirinya sendiri dan tuhan tak pernah menciptakan manusia dengan slogan kosong, tuhan menciptakan manusia dimuka bumi ini untuk saling menjaga, saling mengasihi, saling tolong menolong dan saling memberi dalam arti apa yang kau bisa bantu jika kau punya maka bantulah mereka.

Hanya kebingungan saja jika memikirkan negeri ini, negeri ini masih tenggelam dalam kepalsuan janji-janji surge. Demi sebuah misi yang tertanam dalam hati mereka dengan tujuan untuk menjadi raja dalam negeri ini dengan alasan atas nama rakyat namun kenyataanya setelah mereka terplih maka semua akan menghilang seiring waktu tanpa pamit pergi menghilang seakan tak pernah memikirkan dosa apa yang telah mereka perbuat.

Bukan saja terjadi dalam sebuah organisasi, namun kekejaman politik diatas sana tak kunjung juga menjelma menjadi dewa penlong bagi rakyat. Mereka saling serang sana, serang sini seakan merekalah yang berkuasa diatas dunia ini tanpa menghiraukan apa yang terjadi dalam negeri in. mereka sibuk dengan jabatan mereka sementara rakyatnya sibuk menahan air mata kesengsaraan, kelaparan dan sibuk dalam urusan ekonomi yang tak kunjung naik.

Belum pertikaian dimana-mana, kerusuhan dimana-mana dan saling tikam satu sama lain yang mencerminkan tak ada lagi arti pancasila dalam hati mereka. Hal itu terjadi bukan mereka tak mengerti arti persatuan kesatuan dalam negeri ini namun sebenarnya mereka lelah menanti seorang pemimpin yang dapat mengartikan arti dari persatuan dan kesatuan tersebut.

Mereka menginginkan pemimpin yang memang seorang pemimpin yang datang kepda mereka menyebut nama mereka rakyat Indonesia sebenarnya. Tak heran memang jika memang mereka sering berkata, negeri ini memang berwujud merdeka namun merdeka itu terlihat bagi mereka yang hidupnya enak saja, hidupnya mewah saja namun kita rakyat yang mondar mandir setiap hari tak kenal lelah mencari sesuap nasi tak pernah merasakan arti dari kemerdekaan itu sendiri. Bukankah pada zaman penjajahan dulu rakyat juga seperti itu, hidup susah dan jauh dari kata layak sejahtera.

Jadi dapat dipertimbangkan jika mereka yang masih terpuruk ekonominya saat ini masih belum merdeka pastinya walaupun hidup dalam negeri yang sudah merdeka. Jika sudah melihat kondisi tersebut, seakan tak mau disalahkan. Kita sama-sama hidup dinegeri ini dan kita berhak untuk hidup sejahtera dengan bekerja keras. Perkataan bijak ini sering mereka gunakan untuk menutupi janji yang pernah mereka lontarkan ketika itu. Jika mau kaya, ya kerja dong!. Perkataan itu memang benar, jangan malas, berusahalah dalam hidupmu.

Namun mereka tak akan pernah menggali lagi kedalamnya jika mereka telah berusaha seluruh jwa raga mereka untuk tidak menanti uluran tangan namun apa daya mereka memang tidak mampu dengan kondisi, keadaan diri dan pendidikan mereka yang tak memadai hingga mereka terpaksa mencari nafkah sebisa mereka lakukan. Sedangkan kalian, dari keluarga terpandang, keluarga kaya yang dapat memberikan pendidikan yang tinggi dan setelah itu mereka dapat mencari kerja dengan tingkat yang tinggi dengan penghasilan yang wow.

Jika anda hanya melihat keadaan seperti dan membandingkan mereka yang tak mampu dengan kehidupan yang lain. Maka kemerdekaan tak pernah bisa dirasakan dengan merata dinegeri ini dan semua terus begini sampai kapanpun. Jadi, bagi mereka yang duduk disana, bukan iri bukan juga tidak mampu seperti kalian dan siapa yang tak ingin seperti kalian, semua mau menjadi seperti kalian.
Berpakaian bagus, duduk dikursi meja dengan terhormat dan keliling dunia tanpa ragu. Namun kami hanya menanti engkau melihat kami yang ada sebagai rakyatmu, yang pernah memberimu suara ketika itu untuk mengangkat kau menjadi seorang seperti saat ini. jangan ingkar akan janji surge yang pernah kau ucapkan dulu karena semua hanya sesaat dan semua akan kembali kepada semula dan semua yang kau dapatkan akan dipertanyaan juga nanti bersama janji ingkar yang pernah kau ucapkan.
Terima kasih,


Baca Juga:

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2018. Info Hari Ini . All Rights Reserved
Jl. Delta Raya Utara Kav. 49 - 51 Deltasari Baru, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia 61256
PT. Bimasakti Multi Sinergi